Tampilkan postingan dengan label seni dan budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label seni dan budaya. Tampilkan semua postingan

Tradisi Hari Raya Idul Fitri di Indonesia

Assalamualaikum...
masih berpuasa kan hari ini ukhti? yah kita baru memasuki 10 hari kedua ramadhan. kali ini di pembahasan soal budaya kita akan mengulas apa-apa saja budaya Indonesia ketika Hari Raya Idul Fitri. pastinya para ukhti semua udah tau nih, malahan sudah menjalankan tradisi ini sejak kecil yah.
yuk kita bahas satu-persatu

1. Ketupat
seakan-akan ini sudah jadi tradisi lebaran yang melekat sangat kuat. sampai-sampai simbol di berbagai elemen lebaran seperti kartu lebaran, parcel, lokasi-lokasi publik semua menggunakan logo ketupat. ketupat adalah anyaman daun kelapa (janur) yang diisi beras lalu di masak hingga menjadi nasi yang padat dan berbentuk seperti ketupatnya. 

 foto 1. ketupat (sumber: suaramerdeka.com)
kalau di indonesia, ketupat banyak soulmate nya, tiap daerah beda pasangan. dari gado-gado, sate, lotek, tahu tek, kupat tahu (sunda), grabag (magelang), kupat glabet (tegal), coto makassar, soto banjar, dan menu-menu lain. walaupun posisinya sering juga di gantikan oleh lontong yang terbungkus dari daun pisang.
makanan ini adalah khas asia tenggara, jadi di malaysia, brunei, singapore juga ada. tapi tau gak sih siapa yang pertama kali membawa ke indonesia? menurut penelusuran, yang memperkenalkan di jawa pertama kali adalah sunan kali jaga.
     beliau memperkenalkan ketupat pada masyarakat jawa untuk hidangan lebaran, yang menurut filosofinya mempunyai 3 makna. yaitu anyaman yang rumit mencerminkan banyaknya kesalahan manusia dari berbagai aspek. kedua adalah sempurna, yaitu dengan rumitnya anyaman yang akhirnya jadi 1 kesatuan yaitu kesatuan umat muslim di hari fitri. terakhir adalah makna kesucian hati yang terlihat ketika ketupat di belah 2 terlihat warna putih di dalamnya. sejak saat itu pengikut sunan kalijaga menganyam ketupat di setiap rumah ketika lebaran.

2. Sungkem 
tradisi ini juga sepertinya wajib ya...sungkem yaitu berlutut di depan orang yang tua atau orang yang di tuakan untuk memohon maaf atau restu. sungkem memang hampir pasti di lakukan ketika acara pernikahan. pun dengan lebaran. umumnya keluarga besar berkumpul di suatu tempat orang tua misalnya nenek kakek lalu semua berurut dari yang paling tua hingga yang muda untuk sungkem memohon maaf dengan khidmat. saya paling sulit tuh menahan rasa haru kalo setiap sungkem lebaran. :) makna sungkem sendiri memiliki makna bukan kerendahan derajat yang di bawah, melainkan simbol penghormatan yang besar kepada orang yang di tuakan, di hormati di sayangi. sungkem juga bermakna permohonan maaf yang dalam dan permintaan ridho/restu. jadi jangan lupa sungkem ya ukhti...

foto 2. sungkem (sumber foto: republika.co.id)

3. Baju Baru.
sudah tidak asing lagi bagaimana banyak orang berburu baju baru untuk lebaran, seindonesia sepertinya berlaku tradisi ini. bahkan pusat-pusat perbelanjaan menanggapi tradisi ini dengan beramai-ramai membuat sale. tapi ini tentunya bagi orang yang mampu membeli baju baru saja, bagi yang tidak mampu pun tidak apa, baju baru bukanlah keharusan. karena makna dari baju baru itu sendiri sebenarnya adalah baju yang bersih, baru dalam artian di pakai untuk menyambut jiwa kita yang fitri yang bersih yang seperti terlahir kembali. ingat ya ukhti, jangan kalap membeli baju-baju baru untuk lebaran. yang penting makna nya benar-benar mensucikan hati.

foto 3. sale ramadhan (sumber foto : Dskon.com)

4. Mudik.
nah...ini bener-bener tradisi yang mendarah daging nih. mudik ke kampung halaman. biasanya tiap-tiap anak berkerja jauh dari orang tuanya. maka saat lebaran adalah saat yang di nanti untuk berkumpul dan sungkem secara langsung. kebayang kan berjuta-juta manusia kembali ke kampung halamannya. betapa padatnya arus mudik. dan kota-kota metropolitan menjadi sangat sepi saat lebaran. arus padat biasanya terjadi H-3 hingga H+3 lebaran. dan sudah wajar sekali moment ini menjadi moment paling menguntungkan bagi jasa transportasi apapun jenisnya. dari sebulan sebelum lebaran harga tiket sudah naik bahkan orang banyak yang berburu jauh-jauh hari agar tidak harus pusing-pusing lagi menjelang hari H nya nanti.
     Mudik berasal dari bahasa jawa "Mulih Dhisik" yang artinya pulang dulu. yang kemudian menjadi bahasa nasional yang di gunakan semua orang di indonesia untuk kegiatan para perantau kembali ke kampungnya.
foto 4. arus mudik (sumber: antaranews.com)

beginilah tradisi mudik setiap tahun, tidak ada yang bisa menghalangi seseorang bertemu dengan keluarga terkasih walau dengan berbagai cara, demi sebuah sungkem yang sangat penting. bagi ukhti semua yang akan mudik harap berhati-hati dan jangan sampai puasanya batal ya selama perjalanan.

5. Nastar dkk
hehehehe...saya menyebutnya Nastar dkk, lebih tepatnya cookies, karena meskipun kue-kue kering ini lazim dan banyak di temui di hari lain, namun nastar dkk ini sepertinya menjadi menu wajib di setiap rumah. cookies ini jenisnya mulai dari nastar, kastengel, putri salju, dll. tapi entah kenapa yang paling terkenal adalah nastar, jadilah saya menyebutnya nastar dkk. tahukah kalian sebelum nastar menjadi tradisi lebaran, nastar ini awalnya menjadi kue khusus yang wajib pada saat imlek. makna dari nama nastar sendiri adalah adalah simbol kemakmuran. isi nanas nya yang manis melambangkan rejeki yang manis. hingga akhirnya nastar di adopsi menjadi hidangan saat lebaran, imlek dan natal.
foto 5. nastar (sumber:lovefoodtoday.com)

nah bagaimana ukhti semua. apa sudah menyiapkan kuker (cookies) di rumah. untuk saat ini sepertinya untuk cookies atau kue sudah banyak sekali ya macamnya, jadi silaturahmi menjadi lebih menyenangkan dengan berbagai sajian untuk tamu. makna kue-kue dan berbagai sajian untuk tamu ini adalah penghormatan terhadap tamu yang datang, kita ingin menyajikan yang enak, manis dan di sukai banyak orang. tapi hidangan seperti ini bukanlah suatu keharusan, yang penting adalah makna silaturahmi nya.

nah...demikian dulu yah membahas beberapa budaya Indonesia dalam menyambut lebaran. bagaimana pun itu, Indonesia sangatlah beragam, budaya-budaya seperti ini menjadikan kita lebih akrab dalam suasana kebersamaan yang indah. semoga kelak apabila ada anak cucu kita bertanya atau orang asing bertanya tentang budaya ini kita bisa menjelaskan ya.

created by: @Ruliruby

GAMELAN


Musik gamelan sering diperdengarkan di acara pameran kebudayaan, pertunjukan seni, pernikahan, maupun acara lainnya. Tahukah kamu bahwa gamelan ada yang berasal dari Jawa, Bali, dan Sunda? Kita cari tahu yuk tentang gamelan ini..

            Menurut mitologi Jawa, gamelan diciptakan oleh Sang Hyang Guru pada Era Saka (dewa yang menguasai seluruh tanah Jawa) dengan istana yang berada di gunung Mahendra di daerah Medangkamulan (Gunung Lawu). Alat yang pertama kali diciptakan adalah gong. Dulunya digunakan untuk menyampaikan pesan kepada Dewa. Dan semakin lama semakin banyak  alat gamelan yang diciptakan.


            Gamelan yang berkembang di Jawa Tengah/ Yogyakarta berbeda dengan Bali dan Sunda. Gamelan Jawa memiliki nada yang lebih lembut apabila dibandingkan denganGamelan Bali yang rancak serta Gamelan Sunda yang mendayu-dayu dan didominasi suara seruling.

            Instrumen pada gamelan biasanya minimal terdiri dari 15 macam. Sehingga menghasilkan irama yang harmonis. Apa saja instrumen yang biasanya ada pada gamelan?

TRADISI MEMBANGUNKAN SAHUR

Indonesia, negara dengan mayoritas penduduk muslim. Menyambut bulan ramadhan, tradisi membangunkan orang untuk sahur saat bulan puasa memang udah turun-temurun. para tetua secara turun temurun mengajarkan budaya betapa besarnya pahala membangunkan orang sahur. Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku dan budaya memiliki kebiasaan sendiri yang menjadi budaya untuk membangunkan sahur warga setempat. Warga Kendal menyebut ini dengan Ngangklang, Cirebon menyebutnya dengan Obrok-burok, Tektekan di Jawa Timur dan di Semarang disebut dengan Dekdukan. Tidak hanya di pulau Jawa, di luar Jawa juga terdapat tradisi seperti ini, di daerah Gorontalo misalnya terdapat tradisi serupa yang disebut Tumbilotohe. berbagai nama yang di gunakan untuk menyebut tradisi ini beberapa akan kita bahas lebih detil di bawah ini ya ukhti....

Morowali, Sulawesi Tengah
Masyarakat Kota Bungku, Ibu Kota Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, memiliki tradisi yang mereka sebut dengo-dengo yang berfungsi membangunkan umat Islam yang akan melaksanakan ibadah puasa untuk melaksanakan Sahur dan salat subuh.Dengo-dengo merupakan sebuah bangunan yang menjulang setinggi hampir 15 meter, terbuat dari batang bambu sebagai tiang penyangga menggunakan lantai papan dengan ukuran 3×3 meter persegi dan beratap daun sagu, didirikan dengan cara gotong royong oleh waga menjelang 1 Ramadhan.

THE ART OF ISLAMIC "KHATT"

Islam itu Indah. Tidak hanya dengan beribadah, tapi juga melewati seni. Salah satu seni yang begitu khas dengan Islam yaitu seni kaligrafi, hingga akhirnya sering disebut sebagai “The Art of Islamic”. Dan keberadaan Al-qur’an tentu memberikan peranan penting, dalam perkembangan seni kaligrafi. 

Kaligrafi merupakan suatu bentuk ekspresi dan apresiasi umat muslim yang diciptakan dan dikembangkan  sejak kedatangan Islam. Seni Kaligrafi ini menjadi sebuah warisan budaya Islam yang sangat dihargai. Dikarenakan kemunculannya  merupakan salah satu bentuk pelestarian Al-qur’an (sebab tulisan yang digunakan bersumber dari Al-qur’an) dan juga sebagai bentuk syiar.

Kata Kaligrafi itu sendiri berasal dari bahasa Yunani (Kalios: indah dan graphia: tulisan). Sementara itu, bahasa Arab mengistilahkannya dengan khatt (tulisan atau garis) yang ditujukan pada tulisan yang indah (al-kitabah al-jamilah atau al-khatt al-jamil).  

BUDAYA MAKAN PINANG (MENGINANG)


Pinang atau dalam bahasa Latin di sebut Areca Catechu L, sudah tidak asing lagi bagi penduduk Indonesia. Pinang yang berasal dari Malaka (Malaysia) telah masuk ke Indonesia pada masa sebelum Masehi. Ada sumber yang mengatakan Pinang masuk pada abad ke 6 sebelum Masehi namun ada pula sumber yang mengatakan pada abad ke 4 sebelum Masehi Pinang sudah ada di Papua. 


Pinang adalah jenis tanaman palma yang dalam bahasa Hindi buah ini disebut supari, dan pan-supari untuk menyebut sirih-pinang. Bahasa Malayalam menamakannya adakka atau adekka, sedang dalam bahasa Sri Lanka dikenal sebagai puuuuikiuivak. Masyarakat Thai menamakannya mak, dan orang Cina menyebutnya pin-lang. Pinang merupakan lambang keturunan orang yang baik budi pekerti, jujur, serta memiliki derajat tinggi. Bersedia melakukan suatu pekerjaan dengan hati terbuka dan bersungguh-sungguh. Makna ini ditarik dari sifat pohon pinang yang tinggi lurus ke atas serta mempunyai buah yang lebat dalam setandan.
  

BERSELENDANG DI INDONESIA


Indonesia merupakan Negara yang terkenal dengan keanekaragamannya. Salah satu keanekaragaman itu, dapat dilihat dari begitu beragamnya pakaian adat untuk setiap daerah di Indonesia.  Namun yang menarik dari keanekaragaman ini, terlihat sebuah aksesori yang sama sama dipergunakan dalam beberapa pakaian adat. Aksesori yang dimaksudkan adalah selendang. Bukan hanya dalam pakaian adat, selendang di Indonesia juga sering dipergunakan sebagai pelengkap dalam tarian adat. Bahkan selendang menjadi bagian cerita rakyat di Indonesia, membuat selendang menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kebudayaan Indonesia.

Menurut Wikipedia, Selendang adalah kain pakaian sederhana, dipakai secara longgar di atas bahu, tubuh bagian atas dan lengan, kadang-kadang juga di atas kepala. Biasanya berupa sehelai kain persegi panjang, sering dilipat untuk membuat segitiga tetapi juga bisa memang berbentuk segitiga dari awal.

Banyak yang mengira, bahwa penggunaan selendang berasal dari masuknya Islam di Indonesia, namun sebenarnya selendang merupakan budaya bangsa Kashmir  (India) yang dibawa ke Indonesia pada saat perkembangan kerajaan Hindu Budha di Indonesia. Kashmir sendiri merupakan sebuah wilayah di utara sub-benua India. Kashmir dalam sejarah digambarkan sebagai sebuah lembah di selatan dari ujung paling barat barisan Himalaya. Daerah yang relatif rendah dan sangat subur, dikelilingi oleh gunung yang luar biasa dan dialiri oleh banyak aliran dari lembah-lembah. Dengan Iklim yang dingin ini, bangsa Kashmir memproduksi selendang dari berbagai bahan, bahkan dari bulu binatang. Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan perkembangan teknologi, selendang dibuat dengan corak, warna bahkan bahan berbeda.