Tampilkan postingan dengan label PSIKOLOGI ANAK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PSIKOLOGI ANAK. Tampilkan semua postingan

Pentingya Memahami Perkembangan Anak (0-6 bln)

Setiap orangtua pasti menginginkan anak-anaknya tumbuh dan berkembang optimal. Anak yang sehat, cerdas, dan penuh semangat adalah harapan tiap orangtua. Pengasuhan anak memang bukan pekerjaan yang mudah, akan tetapi, apabila para orangtua mengerti dan memahami akan perkembangan anak di tiap umurnya bukanlah sesuatu hal yang sulit.

Zaman sekarang ini, Ibu dan Ayah tentunya harus berusaha agar anaknya memiliki keterampilan-keterampilan yang membuatnya menjadi mandiri di kehidupan sehari-harinya. Orangtua merupakan faktor yang sangat berpengaruh besar akan perkembangan anak, oleh karena itu dengan membaca artikel ini dapat membantu para Ibu dan Ayah untuk mempersiapkan masa depan anak yang dilakukan semenjak dini selama proses pengasuhan berlangsung.

Terdapat empat aspek perkembangan anak yang memiliki keterkaitan satu sama lain. Pemahaman yang menyeluruh dan seimbang terhadap aspek perkembangan akan lebih berguna dibandingkan dengan yang terpusat pada satu aspek saja. Keempat aspek tersebut yaitu :
 
- Sosial-emosi 
- Bahasa 
- Kecerdasan 
- Aspek gerakan kasar dan halus

Akan tetapi, dalam artikel ini saya lebih berfokus tentang aspek sosial-emosi. 

Anak Anda Bermasalah?




Dalam situs servoclinic.com menguraikan 7 ciri anak yang bermasalah seperti :

1. Menarik diri, anak menutup diri dan enggan menjawab jika ditanya, enggan bermain dengan teman lainnya dan suka menyendiri, sering mengurung diri di kamar.
2. Susah di atur, bertindak semaunya sendiri dan sulit diajak bekerja-sama, merasa benar dan ingin menang sendiri, jika kemauannya tidak dituruti mudah tersinggung, mudah marah dan terkadang disertai perilaku agresif.
3. Bersikap negatif, suka mengeritik dan sulit menghargai pendapat orang lain, bersikap sinis dan sering mencela, penuh kecurigaan dan suka menyalahkan orang lain.
4. Cari perhatian, suka menjadi pusat perhatian, bicara terlalu banyak, mementingkan tampilan fisik, tampil berlebihan, sangat demonstratif, bersikap sok jago. 
5. Suka cari alasan, suka membantah, yang penting asal beda dan jika perlu berbohong.
6. Peragu, suka berubah pendirian, tidak percaya diri dan sulit mengambil keputusan.
7. Menghindari tanggung jawab, sulit bangun tidur sendiri, suka menunda pekerjaan, tidak menepati janji.

Sebagai orang tua perlu menyadari bahwa anak menjadi karakter sekarang ini adalah bentuk pola asuh seperti yang diutarakan pada situs ini. "Tidak ada seorang anak yang tiba-tiba langsung besar dan bermasalah, kecuali didahului oleh proses buruk sebelumnya seperti pola asuh atau pendidikan yang salah, tidak adanya keteladanan/peran dari orang tua, konflik orang tua yang kronis serta pengalaman buruk dimasa lalu seperti trauma kekerasan dalam rumah tangga, kehilangan orang yang dicintai, bercerai, dsb". Disini, peran orang tua sangatlah penting. Pembentukan karakter seorang anak dimulai dari dia lahir, remaja dan dewasa.